Tampilkan postingan dengan label BERITA NGGA PENTING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA NGGA PENTING. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Januari 2011

CARA MENGETAHUI KEYLOGGER DARI SENYUMAN PENJAGA WARNET

Diposting oleh re di 23.46

Keylogger di warnet biasanya dipasang oleh staff warnet untuk mendapatkan hal-hal yang rahasia. Bisakah anda diam saja menghadapi staff gila seperti ini? Anda mungkin tidak bisa menghapus keylogger, tapi tentunya anda bisa menghapus senyum di wajahnya yang menantikan keystroke dari anda. Setelah anda membaca tulisan ini, dijamin, staff pemasang keylogger akan bertekuk lutut dihadapan anda.

Tehnik #1. Pancingan Maut
Masuklah kewarnet dengan gaya orang kaya, pakek jas, sepatu kulit, atau minimal anting berkilau walau berlian palsu. Datanglah ke meja staff, dan katakan kepadanya :
“Mas/Mbak, koneksi sini kenceng ga sih? Soalnya saya mau internet banking neh! Buru-buru! Penting, ada barang yang harus dibeli secepatnya! PC Athlon64 Dual Core Surround Sound System saya dirumah rusak soalnya!”
Kemudian, perhatikanlah mukanya. Jika dia TERSENYUM LICIK, berarti komputer warnet tersebut dipasang keylogger.


Tehnik #2.
Kebalikan dari tehnik #1, berlagaklah miskin dengan baju bolong-bolong, ditambah muka yang ga ngerti komputer alias muka coba-coba. Tidak usah katakan apa apa, tapi perhatikan muka staff. Jika dia KECEWA, berarti komputer warnet tersebut dipasang keylogger.

Tehnik #3. Size Does Matter
Lihat kapasitas hardisk komputer di warnet. Bisa lewat dos, atau properties, kemudian catat free spacenya. Setelah itu, sembarangan ngetik saja di notepad atau wordpad, atau pindah-pindah drive dengan adress bar. Jangan sampai ada cache atau apapun yang masuk. Lakukan sebanyak-banyaknya, sampai 10-15 menitan, kemudian lihat lagi kapasitas hardisk. Jika free space berkurang, itu tandanya ada log yang ditulis ke harddisk dari ketikan dan apa yang anda lakukan. Ini berarti komputer warnet tersebut dipasang keylogger.

Tehnik #4. Malu-malu Untung
Setelah anda main cukup lama, katakanlah dengan suara keras : “Yes! Ada yang nyumbangin E-Gold ke account gue! Baru aja gue buka tau-tau dapet!” dan perhatikan apa yang dilakukan oleh staff. Jika tiba-tiba dia sibuk sambil TERSENYUM LICIK, tandanya dia sedang asik memeriksa log keystroke, berarti komputer warnet tersebut dipasang keylogger. Walaupun anda malu, saya rasa keuntungannya sebanding.

Tehnik #5. Panti Pijat Spesial
Raba-raba bagian belakang CPU terutama daerah cokan Keyboard seperti pemijat ahli. Pijit-pijitlah bagian tersebut dan rasakan, jika ujungnya lebih panjang dari keyboard biasa, berarti itu adalah Hardware Keylogger. Hal tersebut berarti komputer warnet tersebut dipasang keylogger. Untuk mencegahnya, SELALU BAWA KEYBOARD SENDIRI DARI RUMAH.

Tehnik #6. The Art Of Killing Keylogger (master)
Bawa preman banyak-banyak, dan pukulin staff sehingga dia geger otak dan hilang ingatan. Hal ini akan membuat anda bisa sesukanya mengakses walaupun komputer tersebut dipasangi keylogger karena sudah tentu si staff licik telah lupa password atau lokasi log dari keylogger karena geger otak.

Tehnik #7. Holy Touch your Heart
Jika anda main, bawalah selalu Ustadz, Pendeta, Resi, Biksu, atau siapa saja yang dalem agamanya, dan saat anda main, mintalah beliau untuk menunggu disamping staff dan jangan lupa untuk memberikan ceramah mengenai Dosa sehingga si staff akan insyaf dan bertaubat nasuha untuk tidak lagi menggunakan keylogger.

Tehnik #8. Pemberdayaan Wanita
Jika staffnya laki-laki, anda bisa membawa wanita cantik, dan suruhlah dia mengatakan : “Tipe Cowokku itu ga perlu ganteng loch. Yang penting, dia ga suka pakek keylogger~” dan usahakan agar ucapan tersebut didengar oleh staff.

Tehnik #9. Gue Orang Hebat!
Jika anda kaya, buatlah warnet sendiri dan jadilah staffnya serta tidak usah pekerjakan staff yang lain. Jika anda menggunakan keylogger, pukullah diri anda kemudian pecat diri anda dari warnet tersebut. Dijamin anda akan bisa bermain di warnet (anda) tanpa gangguan keylogger.

ADA YANG TAHU KEPANJANGAN WC?

Diposting oleh re di 07.46
Ketika kita sudah lama meninggalkan dunia bangku sekolah terutama sekolah dasar maka berbagai macam singkatan tidaklah begitu diingat atau lupa. Karena kita sudah dihadapkan pada dunia kerja. Hanya orang-orang tertentu saja yang mungkin tahu karena memang bekerja dalam bidang bersangkutan. Misalnya: guru, dosen, wartawan dan lain sebagainya yang memang dituntut harus tahu.

Bermula tentang obrolan makan siang dengan teman sekantor beberapa bulan yang lalu mengenai kata WC yang entah dimulai darimana obrolan tersebut menglir begitu saja. Ada beberapa sebuah singkatan yang sering dipakai tapi jarang orang mengetahui kepanjangan serta asal usul bahasa tersebut, ataupun kepanjangan dari singkatan tersebut yang selama ini kita tahu ternyata salah. Sebagai contoh WC, BH, VIP dan lain-lain.
Hampir semua teman-teman termasuk saya sendiri tidak tahu kepanjangan dari itu semua. Rencananya selesai makan siang langsung kita cari jawabannya dengan browsing di internet. Tapi malah jadi lupa karena kesibukan kerja masing-masing.

Ketika lagi iseng buka kamus umum populer yang sejak pertama saya beli belum pernah dibaca hahaha…Saya menemukan beberapa singkatan yang sering digunakan atau didengar tapi jarang yang mengetahuinya.

Memang mengetahui kepanjangan dari singkatan itu tidaklah penting, sekedar tahu saja tentang asal mula atau ada kompasioner lupa maka saya tulis ulang.

1. WC = Water Closet (Inggris)
Artinya: khusus , tempat buang kotoran, tempat buang hajat besar.
2. BH = Buste Houder (Belanda)
Artinya: Penyangga payudara, kutang wanita.
3. OK = All Correct (Inggris)
Tapi dalam perkembanganya tulisan OK disesuaikan dengan bahasa Indonesia yaitu C dibaca K. Artinya: semuanya beres, bereslah (semuannya), tidak ada, tidak terjadi apa-apa.
4. VIP = Very Important Persons (Inggris)
Artinya: orang penting, pejabat, orang besar, orang gedean, pembesar.
5. NN = Nomen Nescio (Latin)
Saya kira kepanjangan dari ”no name”, ternyata bukan. Artinya: Zonder nama, tanpa nama, tidak ada namanya, tanpa menyebutkan namanya.
6. LASER = Lingh Amplifiation by Stimulated Emmission of Radiation (Inggris)
Artinya: sinar yang dapat menembus benda-benda besar.
7. VW = Volk Wagen (Belanda)
Artinya: Kendaraan rakyat, kereta rakyat, alat pengangkutan untuk rakyat.
8. Nazi = National Sozialismus (Jerman)
Artinya: Golongan aliran politik di negeri Jerman sebelum perang dunia II yang berhaluan nasionalis sosialis-semboyan yang terkenal adalah ein volk, ein reich und, ein fuhrer (satu bangsa, satu pemerintahan,satu pemimpin).
9. HVS = Hout Vrij Schrift (Belanda)
Artinya: (nama) jenis kertas yang biasanya dipakai untuk buku tulis.
10. NB = Nota Bene (Belanda)
Artinya: tambahan-tambahan yang biasanya dicantumkan pada akhir surat.
Sumber: Kamus Umum Populer Bahasa TV, Majalah, Surat Kabar dan Mass Media lainnya-400 hal. Y.P Puspa.

ANEH BANGET VERSI JAWA

Diposting oleh re di 06.34
Kemaren dan Hari ini, Rame orang bicarakan CROP CIRCLE yg tercipta pada hari Minggu 23 Januari 2011 di desa Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta, katanya sih jam 23.00.

Lepas dari siapa yg bikin, entah Alien atau Manusia, yang jelas masih menjadi Misteri, walau banyak teori yg mendukung “kemungkinan bisa” membuat Crop Circle yg Artistik itu.

ANEH…ini kejadian ANEH menurut banyak orang, menurutku juga ANEH wong sekian banyaknya teori belum bisa buktikan secara akurat, bahwa Crop Circle Artistik bisa dibuat dengan cara bla..bla..bla, trus dipraktekin bla..bla..bla. Hehehehehe….dasar manusia, bisanya cuma kemungkinan2 thok, trus kalau sudah mentok pikirnya dia bilang itu Keajaiban Tuhan. Btw…. Karena kejadian ANEH itu di Yogyakarta, kali ini saya tuliskan Daftar Nama-Nama  ”ANEH banget” secara Alphabetik, menurut versi Bahasa Jawa.…..
  • A  =  ANEH banget….!
  • B  =  Bener-bener ANEH..?
  • C  =  Cak, iki ANEH banget..!!
  • D  =  Dikandani, iki ANEH banget..!!
  • E  =  Eeee la dalah, ANEH banget yo..?
  • F  =  Fuuiihh, ANEH banget..?
  • G  =  Gak percoyo to, ANEH banget..!!
  • H  =  Halaah, ANEH banget to yo..!
  • I   =  Iki jenenge ANEH banget mas..!
  • J   =  Jelas-jelas ANEH banget..!
  • K  =  Kok ngeyel to, ANEH banget..!
  • L  =  La iyo, ANEH banget yo..?
  • M =  Matamu ANEH banget to..?
  • N  =  Ngeyel meneh, ANEH banget kok..!
  • O  = Oalaaaah, ANEH banget to yo yoo..?
  • P  =  Pakde, iki kok ANEH banget to..?
  • Q  =  Qi qi qi qi, ANEH banget mbak..!
  • R  =  Rungokno yo, iki ANEH banget oeeeeiii…!!
  • S   =  Semprul kowe, ANEH banget aaaarrrrgh..?
  • T  =  Tak kandani yo, iki ANEH banget mbak..!!
  • U  =  Uuufff…ANEH banget yo mas..?
  • V  = Ve, kowe kok ANEH banget to..?
  • W =  Weleh weleh, ANEH banget sih..?
  • X  =   Xpresimu kok ANEH banget to..?
  • Y =   Ya ampiuuun, ANEH banget..!!!
  • Z  =   Zampun mboten wonten malih mas, ANEH banget nggih....

Selasa, 25 Januari 2011

BECK WEATHER'S INTERVIEW : WHAT PRICE IS PAID?

Diposting oleh re di 03.17 0 komentar
He is the man who was left for dead.
Beck weathers, an american pathologist from texas. He is best known for his role in the 1996 EVEREST DISASTER that has been the subject of many books and films, most notably Into Thin Air and Everest.


MountainZone.com: Almost everybody involved in the tragedy on Everest in 1996 has written a book, a magazine article, or something. How come it took you four years?  

Weathers: Well, you can imagine, when we got back from Everest, everybody and their cousin is going to get contacted to write something about this and pretty much all before the bodies get cold. But, the problem I had with that is: one, I had no idea how the story ended, because, for me at least, the stuff on the mountain, while it was interesting, is just sort of the beginning of what was going to happen; and, and I didn't know whether this was going to turn out, ultimately, to be a tragedy or whether it was going to turn out to be a story with a happy ending. And frankly, I just had a few things in my life that needed to be addressed. And if a story is worth telling, it's going to be worth telling four years or 10 years after the fact. If you got to do it right then, probably you can go ahead and skip it. I really had not decided. I decided I probably would not write a book because I thought that the story of what occurred on the mountain had pretty much been gone through ad nauseum. And there had been a couple of very good books written, Jon Krakauer's Into Thin Air and David Breashears' High Exposure, that documented the who, what, when, where, how, 'slowly I turn step by step' events up there, and thrashing through that one more time really wasn't going to serve any purpose. But what I ultimately wound up being interested in was really the story of those individuals who wind up remaining. That's the part that rarely gets told, although it's certainly is on the minds of individuals who go up there.

In essence, what is it that drives people to put themselves at high risk? What price is paid by themselves and by their family? And then when you get back and your body is destroyed and your relationships are destroyed, and you don't know that you'll ever work again, or if you'll be in custodial care for the rest of your life. How do you manage to put yourself back together? How do you get through that and ultimately get to be a functioning person again?

MountainZone.com: That's interesting because you've been through so much and sort of proverbially "come out on the other side" with a fairly different perspective on life, wouldn't you say?

Weathers: Well, I think always you sort of know what you ought to be doing, you know what your priorities ought to be, but the problem is it's the difference being in a theoretical world and being in the one you act upon. And I always sort of thought I could go ahead and pursue these things and maybe get that monkey off my back, and at that point you could come back and sort of go 'Ta-da, I'm home.'

But, the fact is that if you're not there for individuals, then you force them to make a life for themselves. And it's certainly an issue that occurs in climbing pretty commonly. A lot of guys' relationships and marriages wind up being destroyed by their passion for climbing but its also true in life in general. So much of our society is driven to succeed and to have that kind of single-minded focus that brings success. You think, from the business side, I'm doing it for my family, it's a great rationalization, I've used it myself many times, but the fact is that's how you live life, that's your pattern of behavior and it's very difficult to slow down long enough to examine that. A two by four across the face is helpful and that sort of got my attention.

MountainZone.com: And you actually do a fair amount of public speaking now?

Weathers: At some level, I was always a storyteller, and I didn't really have a story. And then, one of the good byproducts of an experience like this is that I wind up with a really good story, and I enjoy doing it. And it also satisfies what I would call probably 'survivor's obligation.'

I never had any grand sense of survival's guilt, because frankly I was so beat up that the likelihood that I could do a whole heck of a lot for somebody was not real. But when you come back, both in my personal case and I've seen it in a bunch of folks that have gone through experiences like this, you really have a strong sense that you want to do something that somehow mitigates or makes better what otherwise is just a horrible experience. And so by speaking to folks, and trying to maybe a good example of a bad example, if nothing else, then you can provide people an opportunity to maybe do a little better. They always tell you that you're supposed to learn from your mistakes? No, you're supposed to learn from somebody else's mistakes. It's a whole lot less painful.

MountainZone.com: Now Everest has sort of become a phenomenon in popular culture, especially from 1996. What do you think about that, good or bad, the way it has become such a recognized media event?.

Weathers: Obviously to me, it was surprising because anybody that's been around climbing, even for a little bit of time, with some perspective would know that people get their fannies kicked in mountains all the time and usually it's buried on page 26, and a small paragraph at the end that just sort of does a body count.

And for whatever reason, and some of it was the Internet, frankly, because they could take people to a place like this for the first time and actually have them there sort of in real time so they could participate and go into a place like Everest. And then, after that, it was such an odd congruence of things. You have the IMAX film crew there during this time. And of course millions of people have seen the rather extraordinary work that David Breashears and that group did on the mountain. And Jon Krakauer wrote a book that really brought people into that world for the first time. Most climbers can't write and most writers can't climb, and so that trying to meld those two together and come up with something that can be read by somebody who's not a climber actually took a lot of skill.

And so that really exposed this world and dusted off, if you will, an old gal whose maybe lost a little bit of her luster and because this was such a dramatic event and there were so many good stories in it; people making real choices with real consequences, a few cases of bad behavior and cowardice, but an awful lot of cases of people showing an enormous amount of courage and character. That's appealing. It is a fascinating moment and I can understand why people who will not have a chance to go to a place like that enjoy being taken there either in the visual sense or the IMAX, or in words as Jon has done.

MountainZone.com: Everyone has been asking you a lot questions in the past four weeks. Is there a question that no one has asked that you wished they would ask?

Weathers: There was one that I got asked early on and it is still one that I found intriguing then and it's only with the passage of time that I now know the answer. When I first got back, one of the questions was always, 'If you knew what was going to happen to you, would you do it again?' I thought initially, 'What a dumb question!' I mean, take a look at me, I'm a train wreck!

But with the passage of some time, I actually came to know the answer to that, which was that if I knew exactly what was going to happen to me on that mountain, every horrific moment and the aftermath of trying to claw your way back out of that hole once you get back, I'd do it again in a heartbeat. Because I gained so much more than I lost. I mean it really wound up, ultimately, because having to come through some horrible moments, it managed to salvage relationships that were pretty much destroyed. And really for the first time in my entire life, I'm at peace. I don't have to climb, I don't have to have that monkey on my back anymore. That's a very nice thing. I like that question.

MountainZone.com: You are probably familiar with your fellow Texan Lance Armstrong. I just got done reading his biography and he says the exact same thing as you. Not so much from the perspective of that having cancer enabled him to win the Tour de France or something like that, but that given that choice, he would have had it just because of the way it got him to stand back and re-evaluate and look at the priorities in his life.

Weathers: Well you don't learn anything from success. If you want to learn something about yourself, you undergo hard times or you fail because that teaches you something. And maybe you don't want to find out what you're going to discover. You hope that if you're placed in a moment that is very difficult like that, that what you're going to find is that you will be an honorable person, and you'll do the right thing and you'll have some measure of grace and courage, but you don't know the answer to that.

I can understand why someone like Lance Armstrong, who is obviously a superb athlete, the success just keeps rolling. But understanding how to balance that success and have a more real experience in life, not just as a persona, requires some work. And it's not easy. And you have to be able to step back and reevaluate and change your priorities. And that's hard to do, but it can be done.


Jumat, 24 Desember 2010

NOZOMI SASAKI, WAJAH TERINDAH KE-33 DI DUNIA

Diposting oleh re di 19.04
Website berita film TC Candler telah merilis daftar 100 wajah terindah ke-33 di dunia tahun 2010, di mana aktris Jepang Nozomi Sasaki, 22 tahun, menempati peringkat ke-33.

Seperti yang dikutip megindo dari www.japantoday.com, TC Candler telah menerbitkan daftar kritik independen tahunan dari 100 Wajah Paling Indah dalam berbagai format media, setiap tahunnya sejak tahun 1990, Dalam beberapa tahun terakhir, Website tersebut telah menarik jutaan pengunjung unik dari seluruh dunia. Sedangkan halaman berbahasa Inggris-nya memang memiliki kecenderungan alami terhadap selebriti Hollywood, daftar tersebut sering berisi berbagai nominasi mengejutkan.

Tahun ini, aktris Camilla Belle yang muncul dalam "The Lost World: Jurassic Park" ketika ia masih anak-anak, dan baru-baru ini membintangi "10,000 BC", berada di peringkat pertama1. TC Candler mengatakan, "Camilla Belle mencapai kesempurnaan virtual pada usia 24. Tanpa diragukan lagi, ia akan berada pada atau di dekat bagian atas daftar elit ini selama bertahun-tahun yang akan datang."

Emma Watson dari seri "Harry Potter" berada di posisi kedua, Keira Knightley terpilih di urutan ke-13, sementara Natalie Portman di posisi ke-14.

nih penampakan si doi gan.


 
 
Sumber : kaskus

Kamis, 23 Desember 2010

ASAL USUL NAMA TEMPAT DI JAKARTA

Diposting oleh re di 08.48 0 komentar
Kota Jakarta adalah jantung ibukota dari negara Republik Indonesia di mana pusat perekonomian beserta berjuta permasalahannya ada di kota kecil padat penduduk ini. Dibalik nama beberapa daerah di Jakarta tersimpan kisah, cerita
dan sejarah dari mana nama itu muncul.

Berikut di bawah ini adalah beberapa asal-muasal
nama daerah terkenal di DKI dan sekitarnya


1. Glodok

Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali ciliwung. Orang tionghoa dan keturunan tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.


2. Kwitang

Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si kwi tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai kwitang.


3. Senayan

Dulu daerah senayan adalah milik seseorang yang bernama wangsanaya yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan wang sanayan yang berarti tanah tempat tinggal atan tanah milik wangsanaya. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama wangsanayan menjadi senayan.


4. Menteng

Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung menteng. Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut menteng.


5. Karet Tengsin

Nama daerah yang kini termasuk kawasan segitiga emas kuningan ini berasal dari nama orang cina yang kaya raya dan baik hati. Orang itu bernama Tan Teng Sien. Karena baik hati dan selalu memberi bantuan kepada orang-orang sekitar kampung, maka Teng Sien cepat dikenal oleh masyarakat sekitar dan selalu menyebut daerah itu sebagai daerah Teng Sien. Karena pada waktu itu banyak pohon karet, maka daerah itu dikenal dengan nama Karet Tengsin.


6. Kebayoran

Kebayoran berasal dari kata kebayuran, yang artinya "tempat penimbunan kayu bayur". Kayu bayur yang sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatannya serta tahan terhadap rayap.


7. Lebak Bulus

Daerah yang terkenal dengan stadion dan terminalnya diambil dari kata "lebak" yang artinya lembah dan "bulus" yang berarti kura-kura. Jadi lebak bulus dapat disamakan dengan lembah kura-kura. Kawasan ini memang kontur tanahnya tidak rata seperti lembah dan di kali Grogol dan kali Pesanggrahan- dua kali yang mengalir di daerah tersebut-memang terdapat banyak sekali kura-kura alias bulus.


8. Kebagusan

Nama kebagusan-daerah yang menjadi tempat hunian mantan presiden megawati-berasal dari nama seorang gadis jelita, Tubagus Letak Lenang. Konon, kecantikan gadis keturunan kesultanan banten ini membuat banyak pemuda ingin meminangnya. Agar tidak mengecewakan hati pemuda itu,ia akhirnya memilih bunuh diri. Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama ibu Bagus.


9. Ragunan

Berasal dari Wiraguna, yaitu gelaran yang di sandang tuan tanah pertama kawasan tersebut bernama Hendrik Lucaasz Cardeel, yang diperolehnya dari sultan banten Abunasar Abdul Qahar, putra Sultan Ageng Tirtayasa.


10. Pasar Rumput

Dulu, tempat ini merupakan tempat berkumpulnya para pedagang pribumi yang menjual rumput. Para pedagang rumput terpaksa mangkal dilokasi ini karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke permukiman elit menteng. Saat itu, sado adalah sarana transportasi bagi orang-orang kaya sehingga hampir sebagian
besar penduduk menteng memelihara kuda.


11. Paal Meriam

Asal usul nama daerah yang berada diperempatan Matraman dengan jatinegara ini berasal dari suatu peristiwa sejarah yang terjadi sekitar tahun 1813. Pada waktu itu pasukan artileri meriam inggris yang akan menyerang batavia, mengambil daerah itu untuk meletakan meriam yang sudah siap ditembakan. Peristiwa tersebut sangat mengesankan bagi masyarakay sekitar dan menyebut nama daerah ini paal meriam (tempat meriam disiapkan)


12. Cawang

Dulu, ketika belanda berkuasa, ada seorang letnan melayu yang mengabdi pada kompeni, bernama Ende Awang. Letnan ini bersama anak buahnya bermukim di kawasan yang tak jauh dari jatinegara. Lama kelamaan sebutan Ence Awang berubah menjadi Cawang.


13. Pondok Gede

Sekitar Tahun1775, Lokasi ini merupakan lahan pertanian dan peternakan yang disebut dengan onderneming. Di sana terdapat sebuah rumah yang sangat besar milik tuan tanah yang bernama Johannes Hoojiman. Karena Merupakan satu satunya bangunan besar yang ada dilokasi tersebut, banguna itu sangat
terkenal. Masyarakat pribumi pun menjulukinya "Pondok Gede"


14. Condet Batu Ampar dan Balekambang

Pada jaman dahulu ada sepasang suami istri, namanya pangeran geger dan nyai polong, memiliki beberapa orang anak. Salah satu anaknya, perempuan, di beri nama Siti Maemunah, terkenal sangat cantik. Pangeran Astawana, anak pangeran Tenggara atau Tonggara asal makassar pun tertarik melamarnya. Siti Maemunah meminta dibangunkan sebuah rumah dan tempat peristirahatan diatas empang, dekat kali ciliwung, yang harus selesai dalam satu malam. Permintaan itu disanggupi dan menurut legenda, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale disebuah empang dipinggir kali ciliwung. Untuk menghubungkan rumah itu dengan kediaman keluarga pangeran tenggara , dibuat jalan yang diampari (dilapisi) Batu.
Demikian menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu selanjutnya disebut batu ampar, dan bale (balai) peristirahatan yang seolah-olah mengambang di atas air itu di sebut Balekambang.


15. Buncit

Dulunya di jalan buncit raya sekarang ada pedagang kelontong China berperut gendut (Buncit) yg terkenal.


16. Bangka

Dulunya disana banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yg dibuang di kali krukut.


17. Cilandak

Konon di sana pernah ditemukan seekor landak raksasa


18. Tegal Parang

Di sana banyak ditemukan alang2 tinggi (tegalan) yg di potong dgn parang(golok) .


19. Blok A/M/S :

Dulunya sekitar situ tempat pembukaan perumahan baru yg ditandai dgn blok, mulai A-S. Sayang yg tersisatinggal 3 blok doang.


20. Kampung Ambon.

Berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur, nama Kampung Ambon sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon lalu merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan tentara. Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.


21. Sunda Kelapa.

Sunda Kelapa merupakan sebutan sebuah pelabuhan di teluk Jakarta. Nama kelapa diambil dari berita yang terdapat dalam tulisan perjalanan Tome Pires pada tahun 1513 yang berjudul Suma Oriental. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa nama pelabuhan itu adalah Kelapa. Karena pada waktu itu wilayah ini berada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda maka kemudian pelabuhan ini disebut Sunda Kelapa.

22. Pasar Senen.

Pasar Senen pertama kali dibangun oleh Justinus Vinck. Orang-orang Belanda menyebut pasar ini dengan sebutan Vinckpasser (pasar Vinck). Tetapi karena hari pada awalnya Vinckpasser dibuka hanya pada hari Senin, maka pasar itu disebut juga Pasar Senen (disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang yang lebih sering menyebut Senen ketimbang Senin). Namun seiring kemajuan dan pasar Senen semakin ramai, maka sejak tahun l766 pasar ini pun buka pada hari-hari lain.


23. Taman Anggrek

Berawal dr keinginan bu Tien untuk mengambil kebon anggrek milik juragan tanah sunda bernama Rasman, yg di kenal orang2 sekitar dgn nama H. Rasman karena dia memiliki tanah ber-hektar2 di Cipete. Jadi bu Tien mengambil bunga2 anggrek tersebut dgn niat membeli (tapi namun tidak di bayar) yg akhirnya di pindahkan ke daerah jakarta barat disituh yg skrg jd Mall Taman Anggrek. Kemudian dipindahkan lagi ke yg skrg smua orang ketahui ada di Taman Mini Indonesia Indah. Walopun bunga2 anggreknya dah gak ada, namun Jl Kebon Anggrek masih ada jg sampe skrg. Lokasinya di cipete (seberang SMA Cendrawasih)


24. Grogol.

Grogol berasal dari bahasa Sunda (g a r o g o l) yang artinya perangkap terdiri dari tombak-tombak yang digunakan untuk menangkap hewan liar yang banyak terdapat di hutan. Nama Garogol dipasang sebagai nama sebuah desa di Limo Depok. Dahulu kawasan ini memang masih hutan liwang-liwung yang kata pak dalang "jalma mara-jalma mati" alias menyeramkan. Sudah barang tentu di kawasan ini banyak terdapat hewan liar dan buas sehingga penduduk setempat memburunya dengan memasang perangkap (garogol). Hewan yang masuk ke perangkap mirip ciptaan "geek" alias soldadu Vietnam dijamin akan mati tertembus ujung tombak yang menganga didasar lubang. Tapi belum jelas apakah jaman dulu ada keresahan masyarakat bahwa kambing mereka pada tewas karena darahnya dihisap oleh "mahluk misterius" yang sekarang kian marak di Depok. Konsekwensinya kali yang melewati desa ini juga dinamai kali Garogol. Penduduk Betawi yang main gampang saja, setiap adadesa dilalui kali ini langsung di beri stempel desa Grogol, kampung Grogol. Repotnya pada peta keluaran tahun 1903, ada kampung bernama Grogol di kawasan Pal Merah. Dari Pal Merah, kali Grogol meliwati Taman Anggrek untuk menuju ke kawasan Pluit(jalan Latumeten) dan tiba pada satu daerah yang kini disebut Grogol- Negeri Tanah Tumpah Darah Anak Beta. Kalau yang memberi nama orang jaman sekarang bisa-bisa namanya "Grogol Perjuangan." Pada 1928, sebagian Kali Grogol diuruk oleh Kumpeni. Pasalnyavolume air yang mengalir di banding kapasitas kali sering tidak memadai. Dan ini bisa mengancam kehidupan kastil sehingga harus dialirkan keluar kawasan kastil. Pada 1950-an kawasan Grogol menjadi populer. Karena tercatat terlanggar banjir bandang yang merendam kelurahan ini. Untuk pengendalian banjir di bangun pula waduk Grogol yang letaknya di jalan dr. Semeru (Sumeru) sekarang ini.. Di tengah waduk ada air muncrat yang memang agak indah tetapi meresahkan masyarakat. Pasalnya air yang muncrat tadi kualitasnya kurang bagus sering ketika butiran air yang menjulang tinggi lalu di tiup angin pantai, maka banyak baju penduduk yang sedang dijemur tiba-tiba saja diberi tambahan noda kuning dan berbau got. Bertepatan dengan alat pompa yang sering ngadat, maka pemandangan air muncrat sudah nyaris tidak dipertunjukkan.

Soal nama jalan juga unik. Nama jalan disini mengambil nama pahlawan seperti
Latumeten, Sumeru, Mawardi, Susilo. Semeru adalah nama dari Dokter Sumeru salah satu tokoh pejuang bangsa Indonesia, disamping nama Dokter Mawardi, Dr. Susilo. Lalu lidah Jawa mulai mengubahnya menjadi Semeru dan seperti keahlian bangsa ini, nama inipun di utak-atik lagi sehingga menjadi suatustatement bahwa S(u)meru adalah nama Gunung. Nama dokter Mawardi cuma kepleset sedikit menjadi dr. Muwardi.

Banyak surat pos datang kepada saya dengan alamat Jalan Gunung Semeru, Grogol (dulu). Untung saja pak pos paham akan kesalahan dimana lokasi daerah dengan Kode Pos 11400 (ini pentingnya menulis Kode Pos dalam setiap surat, kalau terjadi kebingungan nama bisa merujuk ke kode pos).
Tahun 1960, Grogol menjadi ngetop lagi sekalipun rada minir, sebab disana di bangun Rumah Sakit Jiwa sehingga konotasi "dasar Orang Grogol" sering berarti orang yang kurang satu strip lantaran kabel hijau (masa) di otaknya ada yang lepas. Pada 1970, nama Grogol kembali menjadi buah bibir pembicaraan orang karena dibangun Terminal Bis yang besar di sana. Belakangan terminal yang sangat ramai ini di pindahkan ke Kali Deres yang bisnya sering menyingkat plang trayek sebagai"X-deres". Sekali tempo ada orang mendapat kecelakaan dijalanraya sehingga napasnya sudah tinggal satu-satu saat dibawa ke RS Sumber Waras. Karena tidak ada keluarga yang menunggunya, seorang suster membisikkan kata "nyebut Bang" - sebuah tradisi untuk melafalkan nama Tuhan ketika seseorang dalam keadaan koma. Si abang nampaknya mengerti, mulutnya lirih menyebut sesuatu sebelum meninggal "g a r o g o l, g a r o g o l" - Kernet bis rupanya dia.


25. Utan Kayu

Dulunya memang berbentuk hutan disamping basis prajurit Mataram mau menyerang Batavia. Hutan ini sumber kayu dari perumahan-perumahan maupun perkampungan para pengepung batavia maupun benteng belanda jaman dulu. Saking lebatnya hutan ini yang disertai rawa-rawa kemudian saat pembangunan daerah ini, mulai disebut Hutan Kayu yang kemudian dipersingkat menjadi Utan Kayu. Sisa kejayaan dari hutan ini masih dirasakan hingga saat ini dimana kawasan ini masih cukup hijau dan sejuk meski bukan termasuk dalam kawasan mewah seperti halnya Menteng.


26. Rawamangun

Melanjutkan cerita mengenai Utan Kayu, hutan yang sangat lebat disertai yang didalamnya terdapat banyak rawa-rawa yang kemudian setelah masa perang dengan mataram selesai dan perluasan kota batavia, mulai diterabas untuk pembangunan wilayah perumahan. Struktur tanah yang sifatnya rawa-rawa asalnya, membuat banyak pembangunan yang menggunakan pondasi ekstra dalam untuk wilayah ini, dan seperti halnya sifat rawa-rawa yang selalu berada ditengah hutan dan mirip halnya daerah Utan Kayu, Rawamangun juga masih relatif lebih hijau.

27. Hek

Tempat yang terletak antara Kantor Kecamatan Kramatjati dan kantor Polisi Resor Kramatjati, sekitar persimpangan dari jalan Raya Bogor ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus ke Pondokgede, dikenal dengan nama Hek. Rupanya, nama tersebut berasal dari bahasa Belanda. Menurut Kamus Umum Bahasa Belanda - Indonesia (Wojowasito 1978:269), kata hek berarti pagar. Tetapi menurut Verklarend Handwoordenboek der Nederlandse Taal (Koenen- Endpols, 1946:388), kata hek dapat juga berarti pintu pagar ("..raam-of traliewerk." ). Dari seorang penduduk setempat yang sudah berumur lanjut, diperoleh keterangan, bahwa di tempat itu dahulu memang ada pintu pagar, terbuat dari kayu bulat, ujung - ujungnya diruncingkan, berengsel besi besar - besar, bercat hitam. Pintu itu digunakan sebagai jalan keluar - masuk kompleks peternakan sapi, yang sekelilingnya berpagar kayu bulat. Kompleks peternakan sapi itu dewasa ini menjadi kompleks Pemadam Kebakaran dan Kompleks polisi Resort Keramat jati. Sampai tahun tujuh puluhan kompleks tersebut masih biasa disebut budreh, ucapan penduduk umum untuk kata boerderij, yang berarti kompleks pertanian dan atau peternakan. Kompleks peternakan tersebut merupakan salah satu bagian dari Tanah Partikelir Tanjoeng Oost, yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua terkenal akan hasil peternakannya, terutama susu segar untuk konsumsi orang - orang Belanda di Batavia. (Sumber: De Haan 1935: Van Diesen 1989).


28. Jalan Cengkeh

Jalan Cengkeh terletak di Kota Tua Jakarta sebelah utara Kantor Pos, di samping sebelah timur Pasar Pisang. Dahulu jaman penjajahan Belanda, Jalan itu bernama
Princenstraat, tetapi umum juga disebut Jalan Batutumbuh, mungkin karena disana terdapat batu bertulis. Kawasan sekitar batu prasasti Purnawarman, di Tugu juga biasa disebut Kampung Batutumbuh. Pada tahun 1918, di dekat tikungan Jalan Cengkeh ke Jalan Kalibesar Timur, yang waktu itu bernama Groenestraat, ditemukan batu bertulis peninggalan orang2 Portugis, yang biasa disebut padrao. Padrao itu dipancangkan oleh orang2 Portugis, menandai tempat akan dibangun sebuah benteng, sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara Raja Sunda dengan perutusan Portugis yang dipimpin oleh Henriquez de Lemme, yang menurut Sukamto ditandatangani pada tanggal 21 Agustus 1522. Batu bertulis itu diberi ukiran berupa lencana. Raja Immanuel. Rupanya de Leme beserta rombongannya belum mengetahui bahwa raja Portugal tersebut telah meninggal tanggal 31 Desember 1521. Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Portugis akan mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Untuk itu tiap kapal Portugis yang datang akan diberi muatan lada yang harus ditukar dengan barang - barang keperluan yang diminta oleh pihak Sunda. Mulai saat benteng dibangun pihak Sunda akan menyerahkan 1.000 karung lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan barang - barang yang dibutuhkan (Sumber: Hageman 1867: Soekamto 1956: Danasasmita 1983)


29. Japat

Japat terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Sunda Kalapa, termasuk wilayah Kelurahan Ancol Utara, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Nama kawasan tersebut berasal dari kata jaagpad. Ada yang mengatakan, kata jaagpad berarti "Jalan setapak yang biasa digunakan untuk berburu" . Katanya
jaag, dari jagen, artinya "berburu" Pad, artinya "jalan setapak" padahal, kata jaagpad tidak ada sangkut pautnya dengan berburu, melainkan sebuah istilah dalam pelayaran perahu. Pada alur sungai atau terusan yang dangkal, perahu yang melaluinya baru dapat bergerak maju, kalo ditarik. Pada jaman Kompeni Belanda, bahkan beberapa dasawarsa sebelum pelabuhan Tanjungpriuk dibuat, kapal - kapal (layar) yang cukup besar bila berlabuh dipelabuhan Batavia, yang sekarang menjadi Pelabuhan Sunda Kalapa, tidak merapat seperti sekarang, melainkan biasa membuang sauh masih jauh dilaut lepas. Pengangkutan orang dan barang dari kapal biasa dilakukan dengan perahu. Untuk mempermudah pendaratan, di sebelah timur Pelabuhan Sunda Kalapa sekarang dibuat terusan khusus untuk perahu - perahu pendarat. Terutama di musim hujan, terusan tersebut biasa menjadi dangkal, dipenuhi lumpur dari darat bercampur pasir dari laut sehingga perahu kecil pun sulit melewatinya. Apalagi perahu besar, berlunas lebar, sarat muatan, agar bisa bergerak maju harus dihela beberapa kuda atau sejumlah orang yang berjalan di depan perahu, sebelah kiri dan kanan terusan. Terusan tersebut diuruk pada abad ke- 19, sehingga sekarang sulit untuk melacaknya. Yang tersisa hanya sebutannya jaagpad yang berubah menjadi japat, sebagai nama dari kawasan tersebut.


30. Jatinegara

Jatinegara dewasa ini menjadi nama sebuah Kecamatan. Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur, salah satu pusat Kota Jakarta yang multipusat itu. Nama Jatinegara baru muncul pada kawasan tersebut, sejak tahun 1942, yaitu pada awal masa pemerintahan pendudukan balatentara Jepang di Indonesia, sebagai pengganti nama Meester Cornelis yang berbau Belanda. Sebutan Meester Cornelis mulai muncul ke pentas sejarah Kota Jakarta pada pertengahan abad ke-17, dengan diberikannya izin pembukaan hutan dikawasan itu kepada Cornelis Senen adalah seorang guru agama Kristen, berasal dari Lontor, pulau Banda. Setelah tanah tumpah - darahnya dikuasai sepenuhnya oleh kompeni, pada tahun 1621 Senen mulai bermukim di Batavia, ditempatkan di kampung Bandan. Dengan tekun ia mempelajari agama Kristen sehingga kemudian mampu mengajarkannya kepada kaum sesukunya. Dia dikenal mampu berkhotbah baik dalam bahasa Melayu maupun dalam bahasa Portugis (kreol) Sebagai guru, ia biasa dipanggil mester, yang berarti "tuan guru". Hutan yang dibukanya juga dikenal dengan sebutan Mester Cornelis, yang oleh orang - orang pribumi biasa disingkatmenjadi Mester. Bahkan sampai dewasa ini nama itu nampaknya masih umum digunakan oleh penduduk Jakarta, termasuk oleh para pengemudi angkot (angkutan kota). Kawasan hutan yang dibuka oleh Mester Cornelis Senen itu lambat laun berkembang menjadi satelit Kota Batavia. Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah oleh Pemerintah Hindia Belanda dibentuklah Pemerintahan Gemeente (kotapraja) Meester Cornelis, bersamaan dengan dibentuknya Gemeente Batavia. Kemudian, mulai tanggal 1 Januari 1936 Gemeente Meester Cornelis digabungkan dengan Gemeente Batavia. Disamping kedudukannya sebagai gemeente, pada tahun 1924 Meester Cornelis dijadikan nama kabupaten, Kabupaten Meester Cornelis, yang terbagi menjadi 4 kewedanaan, yaitu Kewedanaan Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi, dan Cikarang (Kolonial Tidschrifft, Maart 1933:1). Pada jaman Jepang pemerintah pendudukan jepang, nama Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara, berstatus sebagai sebuah Siku, setingkat kewedanaan, bersama - sama dengan Penjaringan, Manggabesar, Tanjungpriuk, Tanahabang, Gambir, dan Pasar Senen. Ketika secara administrative Jakarta ditetapkan sebagai Kotapraja Jakarta Raya, Jatinegara tidak lagi menjadi kewedanaan, karena kewedanaan dipindahkan ke Matraman, dengan sebutan Kewedanaan Matraman. Jatinegara menjadi salah satu wilayah Kecamatan Pulogadung, Kewedanaan Matraman (The Liang Gie 1958:144)


31. Jatinegara Kaum

Jatinegara Kaum dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Timur. Disebut Jatinegara Kaum, karena di sana terdapat kaum, dalam hal ini rupanya kata kaum diambil dari bahasa Sunda, yang berarti "tempat timggal penghulu agama beserta bawahannya" (Satjadibrata, 1949:149). Sampai tahun tigapuluh abad yang lalu, penduduk Jatinegara Kaum umumnya berbahasa Sunda (Tideman 1933:10). Dahulu Jatinegara Kaum merupakan bagian dari kawasan Jatinegara yang meliputi hampir seluruh wilayah Kecamatan Pulogadung sekarang. Bahkan di wilayah Kecamatan Cakung sekarang, terdapat sebuah kelurahan yang bernama Jatinegara, yaitu Kelurahan Jatinegara. Dari mana asal nama Jatinegara serta kapan kawasan tersebutbernama demikian, belum dapat dinyatakan dengan pasti. Yang elas nama kawasan tersebut baru disebut - sebut pada tahun 665 dalam catatan harian (Dagh Register) Kastil Batavia, wktu diserahkan kepada Pangeran Purbaya beserta para engikutnya. Pangeran Purbaya adalah salah seorang putra sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Banten yang digulingkan dari ahtanya oleh putranya sendiri, Sultan Haji, dengan bantuan kompeni Belanda pada tahun 1682. Setelah tertawan, Pangeran Purbaya beserta saudara - saudaranya yang lain, seperti Pangeran Sake dan Pangeran Sangiang, ditempatkan di dalam benteng
Batavia. Kemudian , ditugaskan untuk memimpin para pengikutnya, yang ditempatkan dibeberapa tempat, seperti Kebantenan, Jatinegara, Cikeas, Citeurep, Ciluwar, dan Cikalong. Orang - orang Banten yang bermukim di Jatinegara, awalnya dipimpin oleh Pangeran Sangiang. Karena dianggap terlibat dalam pemberontakan Kapten Jonker, kekuasaan Pangeran Sangiang di Jatinegara ditarik kembali, dan pada tahun 1680 diserahkan kepada Kiai Aria Surawinata, mantan bupati Sampora, kesultanan Banten (T.B.G. XXX:138) yang setelah menyerah kepada kompeni diangkat menjadi Letnan, di bawah Pangeran Sangiang. Sampai tahun 1689.Surawinata masih bermukim di Luarbatang . Setelah Kiai Aria Surawinata wafat, berdasarkan putusan Pimpinan Kompeni
Belanda di Batavia tertanggal 27 Oktober 1699, sebagai penggantinya adalah putranya, Mas Muhammad yang Panca wafat, sebagai penggantinya ditunjuk salah seorang putranya, Mas Ahmad. Pada waktu para bupati Kompeni diwajibkan untuk menanam kopi di wilayahnya masing - masing, penyerahan hasil pertanian itu dari tahun 1721 sampai dengan tahun 1723. tercatat atas nama Mas Panca. Baru pada tahun 1724 tercatat atas nama Mas Ahmad. Pada tahun 1740 rupanya Mas Ahmad masih menjadi bupati Jatinegara atas nama Mas Ahmad berjumlah 2.372,5 pikul, kurang lebih 14.650 kg.


32. Kebantenan

Kawasan Kebantenan, atau kebantenan, dewasa ini termasuk wilayah Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara. Dikenal dengan sebutan Kebantenan, karena kawasan itu sejak tahun 1685 dijadikan salah satu empat pemukiman orang - orang Banten, dibawah pimpinanPangeran Purbaya, ialah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa. Tentang keberadaan orang - orang Banten dikawasan tersebut, sekilas dapat diterangkan sebagai berikut. Setelah Sultan Haji (Abu Nasir Abdul Qohar ) mendapat bantuan kompeni yang antara lain melibatkan Kapten Jonker, Sultan Ageng Tirtayasa terdesak, sampai terpaksa meninggalkan Banten, bersama keluarga dan abdi - abdinya yang masih setia kepadanya. Mereka berpencar, tetapi kemudian terpaksa mereka menyerahkan diri, Sultan Ageng di sekitar Ciampea, Pangeran Purbaya di Cikalong kepada Letnan Untung (Untung Surapati). Di Batavia awalnya mereka ditempatkan didalam lingkungan benteng. Kemudian Pangeran Purbaya beserta keluarga dan abdi - abdinya diberi tempat pemukiman, yaitu di Kebantenan, Jatinegara, Condet, Citeureup, dan Cikalong. Karena dituduh terlibat dalam gerakan Kapten Jonker, Pangeran Purbaya dan adiknya. Pangeran Sake, pada tanggal 4 Mei 1716 diberangkatkan ke Srilangka, sebagai orang buangan. Baru pada tahun 1730 kedua kakak beradik itu diizinkan kembali ke Batavia. Pangeran Purbaya meninggal dunia di Batavia tanggal 18 Maret 1732. Perlu dikemukakan, bahwa disamping Kabantenan di Jakarta Utara itu, ada pula Kabantenan yang terletak antara Cikeas dengan Kali Sunter, sebelah tenggara Jatinegara, atau sebelah barat daya Kota Bekasi. Di salah satu rumah tempat kediaman Pangeran Purbaya yang berada di barat daya Bekasi itu ditemukan lima buah prasasti berhuruf Sunda kuno, peninggalan jaman kerajaan Sunda, yang ternyata dapat sedikit membuka tabir kegelapan sejarah Jawa Barat.


33. Kampung Bali

Di wilayah Propinsi DKI Jakarta terdapat beberapa kampung yang menyandang nama Kampung Bali, karena pada abad ketujuhbelas atau kedelapanbelas dijadikan pemukiman orang - orang Bali, yang masing - masing dipimpin kelompok etnisnya. Untuk membedakan satu sama lainnya, dewasa ini biasa dilengkapi dengan nama kawasan tertentu yang berdekatan, yang cukup banyak dikenal. Seperti Kampung Bali dekat Jatinegara yang dulu bernama Meester Corornelis, disebut Balimester, Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur. Balimester tercatat sebagai perkampungan orang - orang Bali sejak tahun 1667. Kampung Bali Krukut, terletak di sebelah barat Jalan Gajahmada sekarang yang dahulu bernama Molenvliet West. Di sebelah selatan, perkampungan itu berbatasan dengan tanah milik Gubernur Reineir de Klerk (1777 - 1780), dimana dibangun sebuah gedung peristirahatan, yang dewasa ini dijadikan Gedung Arsip Nasional. Kampung Bali Angke sekarang menjadi kelurahan Angke, Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Disana terdapat sebuah masjid tua, yang menurut prasasti yang terdapat di dalamnya, dibangun pada 25 Sya'ban 1174 atau 2 April 1761. Dihalaman depan masjid itu terdapat kuburan antara lain makam Pangeran Syarif Hamid dari Pontianak yang riwayat hidupnya ditulis di Koran Javabode tanggal 17 Juli 1858. Dewasa ini mesjid tersebut biasa disebut Masjid Al-Anwar atau Masjid Angke. Pada tahun 1709 di kawasan itu mulai pula bermukim orang - orang Bali di bawah pimpinan Gusti Ketut Badulu, yang pemukimannya berseberangan dengan pemukiman orang - orang Bugis di sebelah utara Bacherachtsgrach, atau Jalan Pangeran Tubagus Angke sekarang . Perkumpulan itu dahulu dikenal dengan sebutan Kampung Gusti (Bahan: De Haan 1935,(I), (II):Van Diesen 1989).


33. Kampung Bandan

Merupakan penyebutan nama Kampung yang berada dekat pelabuhan Sunda Kelapa atau masih dalam Kawasan Kota Lama Jakarta (Batavia) Berdasarkan informasi yang dapat dikumpulkan terdapat beberapa versi asal - usul nama Kampung Bandan.
1-Bandan berasal dari kata Banda yang berarti nama pulau yang ada di daerah Maluku. Kemungkinan besar pada masa lalu (periode kota Batavia) daerah ini pernah dihuni oleh masyarakat yang berasal dari Banda. Penyebutan ini sangatlah
lazim karena untuk kasus lain ada kemiripannya, seperti penyebutan nama kampung Cina disebut Pecinan. Tempat memungut pajak atau cukai (bea) disebut Pabean dan Pekojan sebagai perkampungan orang Koja (arab), dan lain - lain.

2-Banda berasal dari kata Banda ( bahasa Jawa) yang berarti ikatan Kata Banda dengan tambahan awalan di (dibanda) mempunyai arti pasif yaitu diikat.

Hal ini dapat dihubungkan dengan adanya peristiwa yang sering dilihat masyarakat pada periode Jepang, yaitu pasukan Jepang membawa pemberontak dengan tangan terikat melewati kampung ini menuju Ancol untuk dilakukan eksekusi bagi pemberontak tersebut.

3-Banda merupakan perubahan ucapan dari kataPandan. Pada masa lalu di kampung ini banyak tumbuh pohon, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama Kampung Pandan.

sumber dari milis historia

Rabu, 22 Desember 2010

CARA MEMBUAT LINK FREE GIFT POHON NATAL

Diposting oleh re di 23.34 0 komentar
1. Unframe
2. Masukan script
3. Copy link yg ada d dalam pop-up (kotak kecil)
4. buat tinyurlnya sendiri

Ornament
javascript:(function(){$.post('http://facebook.mafiawars.com/mwfb/remote/html_server.php?xw_controller=requests&xw_action=friend_selector&req_controller=freegifts&free_gift_cat=1&free_gift_id=431',{'sf_xw_user_id':/sf_xw_user_id=([a-z]\|[0-9]+)/.exec(document.body.innerHTML)[1],'sf_xw_sig':local_xw_sig,'ajax':'1','liteload':'1'},function(data){var t=/content="(.+)<fb:req-choice url='(http.+)' label="(.+)" .>/.exec(data);prompt(t[1],t[2])});})();

Tree Light
javascript:(function(){$.post('http://facebook.mafiawars.com/mwfb/remote/html_server.php?xw_controller=requests&xw_action=friend_selector&req_controller=freegifts&free_gift_cat=1&free_gift_id=432',{'sf_xw_user_id':/sf_xw_user_id=([a-z]\|[0-9]+)/.exec(document.body.innerHTML)[1],'sf_xw_sig':local_xw_sig,'ajax':'1','liteload':'1'},function(data){var t=/content="(.+)<fb:req-choice url='(http.+)' label="(.+)" .>/.exec(data);prompt(t[1],t[2])});})();

Candy Cane
javascript:(function(){$.post('http://facebook.mafiawars.com/mwfb/remote/html_server.php?xw_controller=requests&xw_action=friend_selector&req_controller=freegifts&free_gift_cat=1&free_gift_id=433',{'sf_xw_user_id':/sf_xw_user_id=([a-z]\|[0-9]+)/.exec(document.body.innerHTML)[1],'sf_xw_sig':local_xw_sig,'ajax':'1','liteload':'1'},function(data){var t=/content="(.+)<fb:req-choice url='(http.+)' label="(.+)" .>/.exec(data);prompt(t[1],t[2])});})();

KAMU PSIKOPAT?

Diposting oleh re di 03.43 0 komentar
Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut “orang gila tanpa gangguan mental”. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
Lima tahap mendiagnosis psikopat
1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
Gejala-gejala psikopat
1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
5. Sikap antisosial di usia dewasa.
6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut atau jarang tidur dan sering keluar rumah.
8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar — bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”.
11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
12. adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, berpengetahuan luas, `mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Sikapnya Susah Ditebak. Ia bisa tiba-tiba marah dan berteriak pada Anda tanpa alasan. Sedetik kemudian berlaku supermanis.
Ada lagi kepribadian narcisstic, yang ditunjukkan dengan sikapnya yang selalu ingin dikagumi. Nah, seabrek sifat buruk ini mengerucut pada satu karakter tunggal: hipokrit..Dalam buku The Mask of Sanity, Dr. Hervey Cleckley menggambarkan psikopat sebagai pribadi yang likeable, charming, intelek, perhatian, impresif, punya pede tinggi, dan pintar merayu (karena itu mereka mudah “menipu” perempuan). Umumnya, mereka juga cerdas secara akademik.
Tapi, di balik itu semua, mereka membawa sifat negatif, seperti tidak bertanggung jawab, serta merusak diri sendiri dan orang lain. Ia kerap mengatakan ingin bunuh diri bila Anda memutuskan hubungan? Hm, hati-hati saja karena ia bisa melakukannya.
Para psikopat umumnya tidak pernah merasa menyesal, meski telah menyakiti orang lain. Bila belangnya ketahuan, wajahnya akan tetap seperti tak berdosa. Apa penyebabnya? Belum jelas. Hare menduga, psikopat terjadi akibat kelainan fungsi otak. Karena itu, si penderitanya tidak dapat memisahkan stimulus yang bersifat rasional dari yang emosional. Stimulus-stimulus ini diolah sekaligus oleh otak kiri dan kanan.
Namun, temuan lain menyebutkan, pengidap kelainan ini akibat dari latar belakang masa kecilnya yang “bermasalah”, yang berakibat perkembangan emosinya kurang optimal. Menginjak dewasa, anak-anak ini tumbuh menjadi orang-orang yang tak bisa berempati dan tak memiliki kata hati.
Lantaran belum dipastikan penyebabnya, Hare berpendapat, psikopat belum bisa dipastikan dapat disembuhkan atau tidak. Namun, pendapat lain yang menduga kelaianan itu berawal karena salah asuh mengatakan, psikopat bisa dicegah. Asal, indikasi kelainannya terdeteksi sedini mungkin.
Well….gimana tuh disekelilingmu, ada gak yang punya ciri2 seperti itu…..slowly bro, jodoh..eh, salah, hidup di tangan tuhan, jadi tenang aja dan gak usah cemas, selalu berdoa aja semoga perjalanan hidupmu jauh dari yang begitu2 itu…

Sabtu, 18 Desember 2010

SIAPA YANG PERTAMA KALI MEMIKIRKAN ALPHABET?

Diposting oleh re di 01.19 0 komentar


Huruf-huruf dari suatu alfabet sebenarnya adalah tanda-tanda yang bersuara. Huruf-huruf alfabet Inggris didasarkan pada alfabet Romawi yang usianya kira-kira 2.500 tahun. Huruf-huruf besar hampir sama persis dengan huruf-huruf besar yang digunakan dalam prasasti Romawi pada abad ketiga sebelum Masehi.

Sebelum alfabet-alfabet ditemukan, manusia menggunakan gambar-gambar untuk merekam peristiwa-peristiwa atau menyampaikan gagasan-gagasan. Sebuah gambar dari beberapa kijang bertanduk dapat berarti "Ini adalah daerah pemburuan yang baik". Jadi, ini sebenarnya adalah suatu bentuk penulisan. "Tulisan gambar" itu sangat dikembangkan oleh Bangsa-bangsa Babilonia, Mesir, dan Cina Kuno.

Lambat laun, tulisan gambar mengalami perubahan. Gambar, bukan hanya berarti obyek yang digambar, juga mewakili gagasan yang berhubungan dengan obyek yang digambar. Misalnya, gambar kaki mungkin menunjukkan kata kerja "berjalan". Tingkat penulisan ini disebut "ideografik", atau "tulisan gagasan".

Kesulitan dengan jenis tulisan ini adalah bahwa pesan-pesan dapat ditafsirkan oleh orang yang berbeda-beda dengan cara yang berbeda-beda. Jadi, sedikit demi sedikit metode ini berubah. Lambang-lambang muncul untuk mewakili gabungan-gabungan suara. Misalnya, jika kata untuk "lengan" adalah "id", gambar lengan berarti suara "id". Tingkat penulisan ini dinamakan "tulisan berdasarkan suku kata".

Bangsa-bangsa Babilonia, Cina dan Mesir tidak pernah mengalami tingkat penulisan ini. Bangsa Mesir benar-benar menyusun semacam alfabet dengan menyertakan 24 tanda di antara gambar-gambar mereka yang mengandung huruf-huruf atau kata-kata yang berbeda dari masing-masing satu konsonan. Tetapi mereka tidak menyadari nilai dari penemuan mereka.

Kira-kira 3.500 tahun yang lalu, orang-orang yang tinggal dekat pantai Mediterania bagian timur membuat langkah besar yang menuju pada alfabet kita. Mereka menyadari bahwa tanda yang sama dapat digunakan untuk suara yang sama dalam segala hal. Jadi, mereka menggunakan sejumlah terbatas tanda-tanda dengan cara ini dan tanda-tanda ini menjadi sebuah alfabet.

Perkembangan alfabet mereka digunakan oleh Bangsa Yahudi dan kemudian Bangsa Phoenix. Bangsa Phoenix membawa alfabet mereka kepada Bangsa Yunani. Bangsa Romawi mengambil alfabet Bangsa Yunani dengan beberapa perubahan dan tambahan dan meneruskannya kepada orang-orang Eropa bagian Barat dalam alfabet Latin. Dari sinilah asalnya alfabet yang kita gunakan sekarang.

FOSIL NAGA ASLI DITEMUKAN

Diposting oleh re di 01.18 0 komentar
Ada beberapa fosil, dinamakan “China dragon fossils”,yang baru-baru ini dipamerkan di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guizhou.
Ketika seorang arkeolog menemukan fossil, mereka menemukan naga mempunyai sepasang tanduk di atas kepala-nya dan bentuk naga sangat legendaris seperti hewan sering dijelaskan dalam buku dan cerita.



Naga ada sering muncul dalam legenda Cina. Naga dengan dua tanduk di atas kepala dianggap sebagai totem. Totem yang pertama kali ditampilkan oleh leluhur Cina dan disembah oleh orang-orang Cina. Karena itu orang-orang Cina yang juga disebut "descendents from dragon". Untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa naga adalah hewan fiksi yang ada hanya dalam cerita.

Naga fosil ditemukan di Guanling County, Anshun City, pada tahun 1996, dan telah disimpan dalam kondisi baik. dengan panjang keseluruhan 7,6 meter. Kepala dengan 76 cm panjangnya dan leher yang panjangnya 54 cm. Tubuhnya adalah 2,7 meter dan panjang 68 cm merupakan lebar dalamnya, dan ekor dengan panjang 3,7 meter.

Kepala Naga adalah dalam bentuk segitiga. Muaranya adalah panjang 43 cm. Dengan luas bagian kepala yang panjang 32 cm. Tanduk proyek yang luas dari bagian kepala, dan simetris dan panjang 27 cm. Mereka sedikit lengkung dan tilted, yang menjadikan fosil terlihat sangat legendaris seperti naga.

Cina naga yang merupakan binatang reptil yang hidup di laut dalam Periode Triassic sekitar 200 juta tahun yang lalu. Seorang amfibi. Ia menghabiskan sebagian besar dari waktu hidup di air, meskipun kadang-kadang ia berjalan di darat. Ia juga meletakkan telur di tanah. Hewan yang hidup di ikan kecil dan binatang reptil.

Ini adalah yang pertama kalinya Cina menemukan fosil naga dengan sepasang tanduk. di discovery menyediakan beberapa bukti untuk membuktikan bahwa naga mungkin benar-benar memiliki tanduk. Fosil yang memberikan informasi ilmiah penting bagi orang untuk menelusuri asal Cina yang legendaris naga. beberapa bukti lainnnya






Oleh seniman Gary Chang. memberikan "bukti" naga yang benar-benar ada...

Ini adalah jenazah fosiil rinci sehingga kita menemukan bahwa sulit untuk percaya bukan asli kepurbakalaan. Dicatat naga artis Gary Chang telah membuat Faux "gips" yang sebenarnya tempat di tanah di mana ia diduga naga jenazah telah ditemukan. secara rinci bahwa setiap tulang belakang dan kuku terlihat, kualitas ini desainer resin dapat bekerja dengan bangga ditampilkan pada dinding galeri atau desktop.
 

BIG BLOG OF HOAX Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez